Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

Bagi para pengguna media sosial masa kini, istilah digital influencer sudah tidak asing lagi. Istilah ini merebak dalam berbagai wujud influencer itu sendiri, misalnya selebgram, selebtwit, buzzer, atau seorang Youtuber pun dapat disebut sebagai digital influencer.

Digital influencer pada dasarnya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi, mengubah opini dan perilaku secara online yang pada umumnya mereka menggunakan jejaring sosial yang mereka miliki (Twitter, Instagram, Youtube, dsb). Latar belakang seorang digital influencer juga tidak menentu, mereka bisa jadi adalah seorang penyanyi, artis, beauty vlogger, pemain games (e-sport), anak atau orang dewasa dengan posting yang menarik bagi khalayak ramai, orang dengan hobi tertentu sehingga ia bisa mempengaruhi  orang yang sehobi dengannya ataupun orang awam yang tertarik dengan kehidupannya.

Dengan kekuatan untuk mempengaruhi khalayak yang dimiliki oleh seorang digital influencer, hal itu memberikan banyak peluang dan kesempatan untuk berbagai pihak. Berikut peluang kerjasama yang dapat dilakukan dengan digital influencer:

 

  1. Brand Endorsement & Ambassador

    Digital influencer dapat menjadi endorser maupun ambassador sebuah brand. Melalui akun media sosialnya, seorang digital influencer dapat memposting hal-hal positif dan informative mengenai brand tersebut. Hal ini dapat menanamkan citra dan positioning di masyarakat bahwa jika brand tersebut sudah dipercaya dan direkomendasikan oleh digital influencer yang mereka sukai & ikuti (follow), pastilah brand ini adalah brand dengan kualitas terbaik.Itulah sebabnya brand menggunakan digital influencer sebagai salah satu strategi pemasaran mereka. Namun, sebuah brand juga harus mempelajari tipe dan karakter audience (follower) dari digital influencer yang ingin mereka ajak bekerja sama, karena pada akhirnya kesesuaian target market dengan followers dari seorang digital influencer tersebut menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan. Contoh digital influencer yang menjadi brand endorser & ambassador di Instagram adalah: Raisa (OPPO), Isyana Sarasvati (OPPO), Acha Septriasa (Yummy Bites), Agnez Monica (VIVO)

 

  1. Promotion (online shop, service/product review)

 

Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

Selain menjadi brand endorser & ambassador, digital influencer dapat mempromosikan barang-barang maupun jasa yang ditawarkan oleh berbagai online shop. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara product review di akun media sosial mereka, paid promote di Instastory, foto dengan barang dari online shop, ataupun berbagi pengalaman menggunakan jasa yang ditawarkan oleh brand atau online shop. Contoh digital influencer yang sering mengunggah kegiatan promosi barang/jasa ialah Sarah Ayu yang merupakan beauty vlogger dan sering berbagi tips tentang produk kecantikan di Youtube dan Instagram-nya, Ashanty yang sering melakukan kegiatan promosi barang di akun Instagramnya, serta Arief Muhammad yang juga melakukan kegiatan promosi barang dan jasa baik di akun Instagram maupun Youtubenya yang kerap dikemas dalam bentuk “Vlog” (Video Blog).

  1. Social Campaign

Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

Digital influencer tak hanya melulu mempromosikan hal-hal yang komersil. Mereka juga sering kali menjadi pengaruh besar dalam pengguna media sosial untuk menjalankan kampanye sosial yang mereka galakkan. Sebut saja Chelsea Islan yang kerap kali mengunggah dan meramaikan kampanye #IndonesiaGoesPink dalam rangka meningkatkan awareness untuk kanker payudara. Selain itu, ia juga mengunggah kampanye #16HAKTP #WomenEmporewement dalam rangka menghapus kekerasan seksual.  Selanjutnya ada Hamish Daud dengan kampanye #IndonesianOceanPride. Kecintaannya dengan laut serta makhluk-makhluk yang ada di lautan Indonesia membuatnya sering mempromosikan kampanye sosial tersebut agar masyarakat lebih aware tentang kondisi kelautan di Indonesia. Lalu, ada juga Karin Franken yang merupakan salah satu founder Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang menggalakkan kampanye #DogsAreNotMeat untuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan mengkonsumsi daging anjing di masyarakat.

Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

 

Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

Selain mereka yang mengunggah hal-hal yang bersifat promosi, digital influencer juga dapat berasal dari mereka yang seringkali sharing tentang hobi (automotif, music, masak, hewan peliharaan, gadget, fotografi, dsb) yang kemudian dianggap oleh khalayak bahwa apapun yang dishare oleh para digital influencer tersebut adalah tips atau informasi yang berguna sesuai dengan interest dari masing-masing digital influencer. Hal ini juga dapat membangun engagement tidak hanya dengan khalayak secara personal, tetapi juga dapat menggiring engagement komunitas.

 

Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

Para digital influencer memang dipercaya mampu memberikan tidak hanya informasi atau sekadar menciptakan awareness namun juga kredibilitas dibanding strategi pemasaran melalui channel konvensional seperti televisi, koran, radio, dan lain-lain. Digital influencer memiliki massa yang lebih mampu menciptakan engagement. Selain harus memiliki pengaruh besar, digital influencer juga harus mampu menjadi “magnet” untuk menarik massa dalam jumlah yang lebih besar lagi.

 

Digital Influencer di Era Digital Masa Kini

Jumlah followers, likes, retweets, regram, share atau comment pun lebih mudah terukur (dapat juga diketahui benchmark nya). Itulah sebabnya para digital influencer ini dipertimbangkan sebagai salah satu strategi yang paling efektif untuk menyasar pasar yang tepat dengan cara yang lebih terukur. Jadi, apabila kita memiliki tujuan khusus di dunia daring ini, alangkah baiknya kita juga mempertimbangkan penggunaan digital influencer yang tepat sesuai objective dan target audience kita.

 

Posted on May 15, 2018 by Arwuda
 | Comments (0)

Comments (0)


Add a Comment





Allowed tags: <b><i><br>Add a new comment: